Sedikit terbersit dalam hati, “Gue ingin berhenti…”
June 10th, 2008 by acacollectionOke, muncul lagi nih
Dengan cerita yang sedikit melo-dramatis-pake nangis-nangis
Edian!! Ekstrim bener yah??
Ada sesuatu yang gue rasain beda beberapa hari terakhir. Kesibukan yang menumpuk, sang waktu yang sepertinya ga pernah menginginkan gue untuk sekedar merebahkan tubuh sejenak, lalu kesendirian yang amat-sangat-parah, membuat gue kadang berpikir "Anjrit!! Gue ga punya waktu buat kalian, teman…"
Ga punya waktu berbagi dengan sahabat…
dengan pacar…
bahkan dengan keluarga…
Dengan semua itu, gue merasa dihadapkan pada tembok penghalang yang tinggi di depan mata gue. Tinggi sampai batas pandangan gue pun masih tak kelihatan dimana puncak temboknya. Dan memanjang, sampai ujungnya pun entah dimana akhirnya
Dibalik tembok itu, ketika melompat mungkin adalah hal yang mustahil, gue hanya bisa teriak, menjerit, dan kadang meratap sambil menangis…." Gue sendiri. Gue meratap. Ga ada yang dengerin…"
Inilah yang orang sebut dengan kata "Stress".
Dan gue, mengalami stress, dengan huruf "S" besar didepan. Tekanan yang sangat, kondisi mental yang terpuruk, otak yang terus-terusn dipaksa berikir, badan letih. Remuk. Capek.
Sedikit terbersit dalam hati, "Gue ingin berhenti…"


